Pasar layanan pesan-antar makanan di Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan pada 2025. Nilai transaksi bruto (gross merchandise value/GMV) Indonesia mencapai US$6,4 miliar, tumbuh sekitar 18% secara tahunan (yoy), sejalan dengan tren pertumbuhan regional Asia Tenggara yang kian matang namun tetap ekspansif.
Berdasarkan laporan terbaru Momentum Works bertajuk Food Delivery Platforms in Southeast Asia 6.0, Indonesia menjadi pasar terbesar di kawasan Asia Tenggara dari sisi GMV. Secara nilai absolut, Indonesia juga mencatatkan tambahan GMV tertinggi di kawasan, yakni sekitar US$1 miliar dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun menghadapi tekanan dari pergerakan nilai tukar.
Dari sisi struktur pasar, persaingan di Indonesia masih didominasi oleh tiga pemain utama. Grab memimpin dengan pangsa pasar sekitar 46%, diikuti Gojek sebesar 31%, dan ShopeeFood dengan porsi 23%. Ketatnya persaingan mendorong platform untuk lebih selektif dalam strategi pertumbuhan, dengan fokus pada efisiensi biaya dan kualitas eksekusi operasional.
Momentum Works mencatat bahwa pada 2025, pelaku industri pesan-antar di Indonesia mulai menggeser prioritas dari ekspansi agresif ke arah profitabilitas dan keberlanjutan bisnis. Pendekatan ini tercermin dari pengendalian promosi, optimalisasi jaringan mitra pengemudi, serta peningkatan produktivitas merchant.
Selain layanan pesan-antar makanan, platform di Indonesia juga semakin aktif mendiversifikasi sumber pendapatan. Sejumlah pemain memperluas layanan ke segmen makan di tempat (dine-in), periklanan digital, hingga fitur penemuan berbasis konten untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan monetisasi di luar komisi pengantaran.
Secara regional, Asia Tenggara mencatatkan GMV layanan pesan-antar makanan sebesar US$22,7 miliar pada 2025, tumbuh 18% YoY. Indonesia menjadi kontributor terbesar terhadap total tersebut, menegaskan perannya sebagai pasar kunci dalam strategi jangka panjang platform digital di sektor makanan dan minuman.
Momentum Works menilai, ke depan pasar Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan, namun persaingan akan semakin ditentukan oleh skala, efisiensi operasional, serta kemampuan platform beradaptasi dengan regulasi dan dinamika perilaku konsumen. Bagi pelaku industri dan investor, Indonesia tetap menjadi pasar strategis, meski dengan tantangan yang semakin kompleks.






Leave a Reply