Grab Holdings Limited (NASDAQ: GRAB) mencatatkan kinerja keuangan positif pada kuartal I 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar US$773 juta, tumbuh 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume transaksi di segmen layanan on-demand dan ekspansi bisnis layanan keuangan.
Laba bersih Grab mencapai US$10 juta, membaik signifikan dari kerugian US$115 juta pada kuartal I 2024. EBITDA yang disesuaikan juga mencetak rekor baru sebesar US$106 juta, meningkat US$44 juta secara tahunan.
Total nilai transaksi bruto (GMV) untuk layanan on-demand, yang mencakup Mobilitas dan Pengantaran, mencapai US$4,9 miliar, naik 16% dibandingkan tahun sebelumnya. Grab juga mencatat peningkatan pengguna aktif bulanan (MTUs) serta jumlah mitra pengemudi dan merchant.
Segmen Deliveries menghasilkan pendapatan US$415 juta dengan GMV US$3,13 miliar, mencatatkan pertumbuhan dua digit meski di tengah musim rendah permintaan akibat Tahun Baru Imlek dan Ramadan. Sementara itu, layanan Mobility membukukan GMV sebesar US$1,8 miliar, naik 17% YoY, didorong oleh lonjakan transaksi dan pasokan pengemudi aktif.
Di sisi layanan keuangan, pendapatan naik 36% YoY menjadi US$75 juta, terutama dari peningkatan penyaluran pinjaman dan pertumbuhan simpanan di bank digital GXS Bank dan GX Bank. Portofolio pinjaman Grab tumbuh 56% YoY menjadi US$566 juta.
Grab juga menyatakan memiliki likuiditas kas sebesar US$6,2 miliar pada akhir Maret 2025, serta menaikkan proyeksi EBITDA yang disesuaikan untuk tahun penuh menjadi US$460–480 juta.
CEO Grab Anthony Tan menyebut bahwa teknologi, termasuk pemanfaatan AI, akan terus menjadi kunci dalam menjaga daya saing dan efisiensi operasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten






Leave a Reply