OY!, platform agregator pembayaran, dikabarkan telah meraih pendanaan senilai US$15 juta sekitar Rp241,7 miliar, kabar ini mengutip data Alternatives.pe yang bersumber dari input regulator. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh MUIP Garuda Fund, dengan partisipasi Capital Rich, Finnoventure Private Equity Trust, dan Wishaw Holding Limited.
MUIP Garuda Fund sendiri merupakan dana ventura dari MUFG senilai US$100 juta yang berfokus pada startup Indonesia, dengan mandat kolaborasi strategis lintas ekosistem Danamon–Adira untuk mendorong inklusi keuangan.
Ronde terbaru ini menambah amunisi OY! untuk memperluas jaringan pembayaran dan memperdalam penetrasi solusi B2B.
Selain pendanaan utama, putaran ini juga mencakup transaksi pembelian saham sekunder oleh Glas Trust dari pendiri OY! senilai lebih dari US$3 juta, berdasarkan harga saham terakhir.
OY! saat ini menawarkan rangkaian layanan pembayaran (penerimaan dan pengiriman dana, VA, QRIS, kartu), terhubung ke 100+ bank dan e-wallet dengan opsi disbursement terjadwal maupun real-time. Pada 2021, OY! menutup pendanaan Seri A sebesar US$30 juta yang dipimpin SoftBank Ventures Asia, menjadi landasan pertumbuhan produk dan akuisisi pelanggan di pasar domestik.
Lanskap kompetisi agregator pembayaran di Indonesia
Pasar agregator pembayaran domestik kian kompetitif, ditopang pertumbuhan e-commerce dan adopsi pembayaran digital.
- Xendit: memproses >320 juta transaksi dengan TPV US$25 miliar pada 2023; agresif ekspansi regional dan menyasar segmen enterprise–SME.
- Midtrans: salah satu gateway terpopuler dengan dukungan QRIS, VA, kartu, dan API yang matang untuk skala enterprise.
- DOKU: pemain lama dengan volume 145 juta transaksi (2022) dan fokus kuat pada automasi rekonsiliasi untuk B2B.
- Flip: berevolusi dari transfer P2P ke solusi bisnis; menggandeng Wise Platform untuk remitansi global dan mengklaim >15 juta pengguna hingga awal 2025.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten






Leave a Reply