Elevarm Raih Pendanaan Pra-Seri A Rp70 Miliar dari Intudo, Insignia, dan 500 Global

3–4 minutes
Elevarm berfokus pada produksi hortikultura dan distribusi input pertanian berkualitas tinggi / Elevarm

Elevarm, startup agritech yang berfokus pada peningkatan produktivitas dan keberlanjutan petani hortikultura, mengumumkan perolehan pendanaan pra-seri A sebesar US$4,25 juta atau setara Rp70 miliar. Pendanaan ini dipimpin oleh Intudo, dengan partisipasi dari investor sebelumnya, Insignia Ventures Partners dan 500 Global.

Dana ini akan digunakan untuk membangun alat berbasis kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan produktivitas petani, memperluas varietas benih, serta mengembangkan produk agri-input baru yang dapat memperbaiki kesehatan tanah, mendukung keanekaragaman hayati, dan meningkatkan ketahanan tanaman.

Sebelumnya Elevarm memulai debut pendanaan pra-awal di tahun 2022 didukung Insignia senilai US$1,39 juta. Kemudian tahun lalu mereka mendapatkan dua kali putaran pendanaan awal; pertama senilai US$2,6 juta didapat dari Insignia Ventures Partners, 500 Global dan Gibran Huzaifah; kedua untuk tambahan pendanaan awal mendapatkan US1 juta dari Amartha, Rabo Foundation, dan Scala.

Transformasi Hortikultura dengan Teknologi dan Produk Berkelanjutan

Didirikan pada tahun 2022, Elevarm berfokus pada produksi hortikultura dan distribusi input pertanian berkualitas tinggi, seperti benih unggul, pupuk hayati, serta solusi pengendalian hama ramah lingkungan. Dengan menyediakan akses lebih luas terhadap produk-produk ini, Elevarm membantu petani kecil meningkatkan hasil panen dan pendapatan mereka.

Melalui divisi penelitian dan pengembangan (R&D) NextBio, Elevarm terus berinovasi dalam menciptakan input pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan tanah, memperkaya keanekaragaman hayati, dan memperkuat ketahanan tanaman. Benih Elevarm diproduksi di rumah kaca berteknologi tinggi, yang memungkinkan pertumbuhan tanaman lebih kuat dan sehat, serta menghasilkan panen yang lebih konsisten.

Saat ini, Elevarm telah mendukung lebih dari 15.000 petani di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, serta menjalin kemitraan dengan lebih dari 30 lembaga, termasuk Kementerian Pertanian RI, Kementerian Koperasi dan UKM RI, Institut Teknologi Bandung (ITB), IPB University, Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bank BJB, Amartha, Rabo Foundation, dan berbagai lembaga riset serta organisasi non-pemerintah (NGO).

Solusi Berbasis AI untuk Meningkatkan Produktivitas Petani

Melalui standar operasional budidaya skala besar yang dikembangkan, Elevarm menangani seluruh proses pertanian mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama, hingga panen. Aplikasi Elevarm yang berbasis AI memberikan wawasan real-time dan rekomendasi berbasis data kepada tim lapangan, sehingga memungkinkan penerapan teknik budidaya yang lebih presisi, seperti manajemen hama terpadu, sistem irigasi yang efisien, serta strategi tanam yang optimal.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan, dengan catatan penurunan emisi gas rumah kaca hingga 706 tCO₂e serta peningkatan kesehatan tanah.

“Dengan solusi hortikultura berbasis teknologi, Elevarm mendukung ribuan petani kecil di Indonesia untuk meningkatkan hasil panen melalui kolaborasi dan pendekatan yang menguntungkan semua pihak,” ujar Bayu Syerli, Co-Founder & CEO Elevarm. “Kami berterima kasih atas dukungan para investor yang mempercayai misi kami dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan di industri hortikultura Indonesia.”

Strategi Penggunaan Dana

Dengan pendanaan terbaru ini, Elevarm berencana untuk:

  1. Memperluas varietas benih – Memberikan lebih banyak pilihan benih unggul agar petani dapat menyesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan pasar.
  2. Mengembangkan produk agri-input baru – Melalui NextBio, Elevarm akan menciptakan pupuk hayati, solusi pengendalian hama alami, dan produk pertanian lainnya untuk meningkatkan kesehatan tanah dan ketahanan tanaman.
  3. Meluncurkan alat digital berbasis AI – Memberikan wawasan real-time untuk mengoptimalkan praktik pertanian, mengotomatisasi tugas-tugas lapangan, dan mendukung pengambilan keputusan lebih cerdas bagi petani dan tim Elevarm.

“Elevarm memiliki potensi besar untuk membentuk masa depan industri hortikultura Indonesia. Dengan terus berinovasi, berinvestasi dalam teknologi, dan memprioritaskan keberlanjutan, Elevarm dapat menjadi pemimpin dalam sektor pertanian yang lebih produktif, tangguh, dan berkelanjutan,” kata Patrick Yip, Founding Partner Intudo.

Senada dengan itu, Khailee Ng, Managing Partner di 500 Global, menambahkan, “Dengan menggabungkan kecerdasan buatan dan kearifan tradisional pertanian, Elevarm menawarkan solusi yang dapat diterapkan secara luas untuk memperkuat sistem pangan global sambil menjaga praktik pertanian berkelanjutan.”

Dengan dukungan finansial dan teknologi, Elevarm siap mempercepat pertumbuhan sektor hortikultura Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani kecil, serta memperkuat ketahanan pangan nasional melalui praktik pertanian yang inovatif dan berkelanjutan.

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading