Konsumen Indonesia menunjukkan kepercayaan tertinggi terhadap ulasan dari pengguna lain (user-generated content/UGC) dibandingkan influencer atau konten promosi resmi dalam membeli produk kecantikan. Temuan ini diungkap dalam survei terbaru dari lembaga riset global YouGov.
Menurut survei tersebut, sebanyak 54% responden Indonesia lebih mempercayai ulasan sesama pengguna, angka ini merupakan yang tertinggi dibanding Thailand dan Singapura. Menariknya, tingkat kepercayaan tersebut cenderung lebih tinggi di kalangan konsumen berpenghasilan tinggi, mencapai 62%, dibandingkan 33% dari kelompok berpenghasilan rendah.
Survei YouGov ini dilakukan secara daring pada 19 Desember 2024 hingga 7 Januari 2025, melibatkan lebih dari 6.000 responden dari Indonesia, Thailand, dan Singapura.
General Manager YouGov Indonesia, Edward Hutasoit, menjelaskan bahwa temuan ini memperlihatkan pentingnya transparansi dan otentisitas dalam keputusan pembelian konsumen kelas atas. Hal ini menunjukkan perilaku digital konsumen Indonesia yang unik dan menjadi panduan bagi pelaku industri kecantikan dalam menyusun strategi pemasaran.
Selain itu, laporan bertajuk “From Screen to Shelves: How Content Creators Are Driving Consumer Behavior in the Makeup Industry” ini juga mencatat bahwa konten berupa ulasan jujur merupakan jenis yang paling efektif dalam mempengaruhi konsumen Indonesia, dengan persentase mencapai 60%. Konten video pendek dengan durasi kurang dari 3 menit juga menjadi favorit konsumen, dengan tingkat preferensi mencapai 68%, tertinggi dibanding negara tetangga.
Laporan ini turut mengungkap bahwa setelah menonton konten kecantikan, konsumen Indonesia cukup aktif dalam mengunjungi situs atau media sosial merek (43%), menunjukkan keterlibatan yang lebih tinggi dibanding konsumen di Singapura (32%). Live streaming juga semakin populer, terutama di kalangan milenial, dengan 29% responden rutin menonton sesi ini dan sebagian besar dari mereka melakukan pembelian langsung selama sesi berlangsung.
Edward menambahkan, meskipun konten pengguna dianggap lebih otentik, influencer tetap memiliki peran penting dalam menciptakan percakapan dan menyajikan konten yang terkurasi. Oleh karena itu, merek perlu mengintegrasikan kedua pendekatan ini guna membangun kepercayaan sekaligus menjangkau lebih banyak konsumen.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten






Leave a Reply