Pemegang Saham eFishery Tunjuk FTI Consulting Ambil Alih Sementara Kursi Manajemen

1–2 minutes
Kantor eFishery / Dok. Izzatun Nafsi

eFishery menunjuk FTI Consulting sebagai manajemen sementara setelah meninjau laporan terkait dugaan fraud di internal perusahaan. Keputusan ini diambil dengan persetujuan pemegang saham untuk memastikan evaluasi independen terhadap kondisi bisnis dan keuangan perusahaan.

Dalam pernyataannya, Dewan Direksi eFishery menyampaikan bahwa perusahaan telah mengambil langkah proaktif untuk menangani informasi yang ditemukan dalam laporan awal FTI Consulting. “Keputusan ini bertujuan untuk memastikan tata kelola perusahaan yang baik dan menjaga integritas bisnis kami,” kata Dewan Direksi eFishery dalam keterangannya seperti dikutip Katadata, Selasa (4/2).

Sebelumnya, laporan setebal 52 halaman dari FTI Consulting yang beredar di kalangan investor dan ditinjau oleh Bloomberg News mengungkap adanya dugaan penggelembungan laporan keuangan oleh manajemen. Beberapa temuan utama dalam laporan tersebut meliputi:

  • eFishery mengklaim meraih laba sebesar $16 juta (Rp261,3 miliar) dengan pendapatan $752 juta (Rp12,3 triliun) pada Januari–September 2024. Namun, kenyataannya perusahaan justru mengalami kerugian $35,4 juta (Rp578 miliar) dengan pendapatan hanya $157 juta (Rp2,6 triliun).
  • Total kerugian perusahaan dari Januari hingga November 2024 diperkirakan mencapai $152 juta.
  • Perusahaan mengklaim memiliki lebih dari 400 ribu mitra pembudidaya ikan, tetapi angka sebenarnya hanya 24 ribu.
  • Dugaan penggelembungan pendapatan mencapai $600 juta dalam sembilan bulan hingga September 2024.

Laporan tersebut disusun berdasarkan lebih dari 20 wawancara dengan staf perusahaan serta analisis komunikasi internal melalui WhatsApp, Slack, dan saluran lainnya. Namun, laporan ini masih dalam tahap awal dan belum mencakup wawancara dengan auditor atau tinjauan terhadap dokumen audit resmi.

Dampak Terhadap Ekosistem Startup dan Iklim Investasi

Dugaan fraud yang terjadi di eFishery dinilai dapat berdampak besar terhadap ekosistem startup di Indonesia. “Situasi ini tidak hanya mengecewakan bagi kami, tetapi juga dapat menggoyahkan kepercayaan investor terhadap sektor startup di Indonesia,” ujar Dewan Direksi eFishery.

Perusahaan berkomitmen untuk menangani permasalahan ini dengan transparan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Kami akan terus bertindak dengan integritas dan memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil tetap mematuhi hukum serta mengedepankan tata kelola yang baik,” tambahnya.

Kasus ini menjadi perhatian bagi industri startup, terutama di sektor agritech dan aquaculture, yang selama ini berkembang pesat di Indonesia. Keputusan eFishery untuk menunjuk FTI Consulting diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menentukan langkah strategis ke depan serta memulihkan kepercayaan pemangku kepentingan.

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading