Platform fintech EWA (Earned Wage Access) GajiGesa dikabarkan telah diakuisisi oleh Kredivo. Menurut sumber, perusahaan diakuisisi dengan harga ~US$5-6 juta, jauh lebih rendah dari valuasi terakhir perusahaan.
Berdasarkan data yang dilaporkan ke regulator mengutip dari Alternatives.pe, sampai tahun 2022 GajiGesa berhasil mengumpulkan pendanaan ekuitas US$9 juta dengan valuasi terakhir ~US$33 juta. Beberapa investor utamanya termasuk MassMutual Ventures, Defy VC, January Capital, Quest Ventures, OCBC NISP Ventura, dan beberapa lainnya.
Sumber kami juga mengatakan, penjualan ini dilakukan atas dorongan pemegang saham. Pasalnya GajiGesa sudah cukup lama tidak berhasil melakukan penggalangan dana dan para investor mulai “kehilangan kesabaran”. Dari akuisisi ini, sebagian besar pemegang saham tidak akan mendapatkan pengembalian investasi yang memuaskan — beberapa bahkan berpotensi tidak dapat apa-apa.
GajiGesa didirikan sejak tahun 2020 oleh Vidit Agarwal dan Martyna Malinowska. Dari statistik yang dituliskan dalam situs resminya, ada lebih dari 27 ribu karyawan yang telah memanfaatkan pencairan gaji lebih awal dengan total nilai lebih dari Rp611 miliar. GajiGesa juga telah terintegrasi ke platform HR untuk memudahkan proses skoring dan rekonsiliasi.
Platform EWA memang berkembang pesat saat pandemi, dengan hipotesis utama mengurangi ketergantungan karyawan terhadap fintech lending. Selain GajiGesa, sejumlah startup turut hadirkan layanan serupa, termasuk Wagely, Paywatch, Kini, GetPaid, hingga MEkari Flex.






Leave a Reply