PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mengumumkan capaian kinerja 2024 dengan melampaui target kinerja keuangan dan operasional. Perusahaan mencatat pertumbuhan dalam Gross Transaction Value (GTV) serta EBITDA yang disesuaikan, dinilai menegaskan strategi bisnis yang semakin efektif dan efisien.
GoTo mencatatkan GTV inti sebesar Rp79,2 triliun pada kuartal keempat 2024, tumbuh 66% secara tahunan (YoY), dengan total tahunan mencapai Rp268,2 triliun atau naik 58% YoY. Pendapatan bruto juga meningkat 28% YoY menjadi Rp5,0 triliun pada kuartal terakhir 2024, dan mencapai Rp18,1 triliun sepanjang tahun.
Keberhasilan efisiensi biaya turut berkontribusi pada capaian EBITDA yang disesuaikan, yang mencapai Rp399 miliar pada kuartal keempat, meningkat 348% YoY. Untuk tahun penuh 2024, EBITDA yang disesuaikan mencatat rekor Rp386 miliar, membalikkan kondisi rugi Rp2,3 triliun pada tahun sebelumnya.

“Kami terus berinovasi dan mengeksekusi strategi yang efektif untuk memenangkan persaingan di pasar. Hasil ini mencerminkan efektivitas strategi kami dalam meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas basis pengguna,” ujar CEO GoTo Patrick Walujo.
Pertumbuhan Layanan Keuangan Digital
Unit bisnis Financial Technology GoTo, yang mencakup layanan GoPay dan pinjaman digital, mencatat pertumbuhan pesat. GTV inti unit ini meningkat 71% YoY menjadi Rp71,6 triliun pada kuartal keempat dan mencapai Rp240,8 triliun sepanjang 2024. Nilai pinjaman konsumen yang disalurkan melonjak 172% YoY menjadi Rp5,2 triliun pada kuartal keempat.
Selain itu, EBITDA yang disesuaikan untuk Financial Technology berhasil mencatat angka positif Rp14 miliar pada kuartal terakhir 2024, menandai kuartal penuh pertama dengan profitabilitas di segmen ini.

Keberlanjutan On-Demand Services
Layanan On-Demand Services (ODS) juga mencatat pertumbuhan positif dengan GTV sebesar Rp17,1 triliun pada kuartal keempat, naik 19% YoY. Sepanjang tahun 2024, GTV unit ini mencapai Rp63,0 triliun, tumbuh 13% dibanding tahun sebelumnya.
Pendapatan bruto ODS naik 17% YoY menjadi Rp3,8 triliun pada kuartal keempat dan Rp14,2 triliun sepanjang 2024. EBITDA yang disesuaikan unit ini mencapai Rp679 miliar pada tahun penuh, meningkat dari kerugian Rp219 miliar pada tahun sebelumnya.

Transformasi Digital dan Keunggulan Teknologi
GoTo juga meluncurkan Sahabat AI, model kecerdasan buatan berbasis bahasa Indonesia yang dikembangkan bersama mitra strategis seperti Indosat, NVIDIA, dan Universitas Indonesia. Teknologi ini diharapkan meningkatkan efisiensi layanan dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.
Sebagai bagian dari efisiensi operasional, GoTo juga menandatangani kontrak layanan cloud dengan Alibaba dan Tencent. Proses migrasi ini diperkirakan akan selesai pada kuartal ketiga 2025 dan diproyeksikan dapat mengurangi beban cloud lebih dari 50%.
Proyeksi 2025
Melihat tren positif yang berlanjut, GoTo menargetkan EBITDA yang disesuaikan pada tahun 2025 di kisaran Rp1,4 triliun hingga Rp1,6 triliun. Proyeksi ini didasarkan pada ekspansi layanan keuangan digital, optimalisasi layanan ODS, serta peningkatan efisiensi biaya di seluruh lini bisnis.
Dengan strategi bisnis yang semakin matang dan fundamental keuangan yang lebih solid, GoTo optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan meningkatkan profitabilitas di tahun-tahun mendatang.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten






Leave a Reply