Sea Limited (NYSE: SE) mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2024 dengan pertumbuhan dua digit di semua lini bisnisnya. Perusahaan yang menaungi Shopee, Garena, dan SeaMoney ini melaporkan total pendapatan sebesar US$16,8 miliar untuk tahun penuh 2024, naik 28,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih meningkat menjadi US$447,8 juta, naik signifikan dari US$162,7 juta pada 2023.

“Kami mencatat pertumbuhan yang kuat di seluruh unit bisnis dengan profitabilitas positif untuk tahun kedua berturut-turut,” ujar Forrest Li, Chairman dan CEO Sea Limited. “Kami optimistis dapat terus mencapai pertumbuhan yang menguntungkan pada 2025.”
E-commerce: Shopee Mencapai GMV Lebih dari US$100 Miliar
Segmen e-commerce yang diwakili Shopee menjadi pendorong utama kinerja perusahaan dengan Gross Merchandise Value (GMV) tahunan mencapai US$100,5 miliar, tumbuh 28% year-on-year (YoY). Pada kuartal IV 2024, GMV meningkat 23,5% YoY menjadi US$28,6 miliar, dengan total pesanan mencapai 3,0 miliar.
Pendapatan e-commerce tercatat US$12,4 miliar sepanjang tahun 2024, naik 37,9% YoY, sementara EBITDA yang disesuaikan berbalik positif menjadi US$155,8 juta, dibandingkan rugi US$213,8 juta pada 2023.
Layanan Keuangan Digital: Pinjaman Konsumen Tembus US$5 Miliar
SeaMoney, layanan keuangan digital Sea Limited, mengalami pertumbuhan pesat dengan total buku pinjaman mencapai US$5,1 miliar, meningkat 63,9% YoY pada akhir 2024. Pendapatan dari layanan keuangan digital mencapai US$2,4 miliar, naik 34,6% YoY, dengan EBITDA yang disesuaikan naik 29,5% menjadi US$712,2 juta.
Manajemen menegaskan bahwa pengelolaan risiko tetap menjadi prioritas utama seiring dengan ekspansi bisnis pinjaman konsumen dan UKM di Asia Tenggara serta Brasil.
Digital Entertainment: Free Fire Bangkit, Pengguna Aktif Naik 16,9%
Garena, unit bisnis digital entertainment, mencatat pemulihan yang kuat berkat kebangkitan game andalannya, Free Fire. Jumlah pemesanan (bookings) meningkat 18,7% YoY menjadi US$2,1 miliar pada 2024. Pengguna aktif kuartalan tumbuh 16,9% YoY menjadi 618 juta, sementara jumlah pengguna berbayar naik 27,2% menjadi 50,4 juta.
Meskipun pendapatan tahunan turun 12% menjadi US$1,9 miliar, EBITDA yang disesuaikan untuk segmen ini naik 30,2% menjadi US$1,2 miliar, menunjukkan peningkatan profitabilitas.
Perusahaan digital di Asia Tenggara dengan performa gemilang
Di Startup Report 2025, kami turut menyoroti tentang bagaimana kinerja perusahaan teknologi yang telah berhasil melantai ke publik (IPO). Di bandingkan beberapa raksasa teknologi lainnya di Asia Tengagra, termasuk Grab dan unicorn dari Indonesia yang sudah IPO, kinerja Sea telah jauh melampaui. Metriks yang digunakan dalam analisis ini adalah valuasi pra-IPO dengan kapitalisasi pasar saat ini.

Memasuki tahun 2025, Sea Limited optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dengan fokus pada profitabilitas. Shopee diproyeksikan mencatat pertumbuhan GMV sekitar 20%, sementara SeaMoney diperkirakan tumbuh lebih cepat dibandingkan Shopee. Garena juga diprediksi mengalami pertumbuhan dua digit baik dari sisi pengguna maupun jumlah pemesanan.
Dengan total kas dan investasi mencapai US$10,4 miliar pada akhir 2024, Sea Limited berada dalam posisi keuangan yang kuat untuk terus memperluas operasinya di Asia Tenggara dan Amerika Latin.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten




