Openspace Kembali Berinvestasi ke MAKA Motors

2–3 minutes
MAKA Cavalry sebagai produk debut MAKA / MAKA

Openspace kembali mengumumkan dukungannya untuk pengembang motor listrik lokal MAKA Motors. Hal ini disampaikan dalam acara temu media yang diadakan di Jakarta kemarin (16/1).

Seperti dikutip dari Kontan, Founding Partner Openspace Ventures Hian Goh mengatakan bahwa investasi ini digelontorkan karena selaras dengan hipotesis mereka untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan sosial.

Sebelumnya Openspace juga telah berpartisipasi pada pendanaan awal MAKA dengan total nilai $37,6 juta bersama 13 pemodal ventura lainnya pada pertengahan 2023 lalu. Putaran ini dipimpin AC Ventures, East Ventures, dan SV Investment — menjadi pendanaan awal terbesar di ekosistem startup Indonesia.

Co-Founder & CEO MAKA Motors Raditya Wibowo mengapresiasi dukungan Openspace ini. Setelah mereka melalukan peluncuran produk pertama pada 15 Junari 2025 lalu, MAKA berencana menambah jaringan diler di wilayah Jakarta dengan target penjualan motor 15 ribu unit sepanjang 2025.

Salah satu proposisi nilai yang dimiliki MAKA ketimbang dengan motor listrik lain yang telah banyak dipasarkan di Indonesia adalah pada komponen yang dimiliki. Produk MAKA Cavalry menawarkan kombinasi performa tinggi, jangkauan panjang hingga 160 km dalam satu kali pengisian, dan fitur praktis. Motor ini dilengkapi baterai berkapasitas 4 kWh dan mode berkendara Hi-Regen yang memaksimalkan efisiensi energi.

MAKA Cavalry mengusung sejumlah hasil pengembangan lokal, termasuk baterai Intercellar, dinamo Revium, dan pengendali Osiris. Fitur ini diklaim bisa memastikan performa setara motor berbahan bakar fosil dengan jejak karbon lebih rendah.

Openspace optimis terhadap ekosistem startup Indonesia

Executive Director and Head of Indonesia Openspace Ayu Tanoesoedibjo mengatakan bahwa dukungan Openspace untuk portofolionya tidak hanya sebatas pada pendanaan saja. Melalui tim Portofolio Success yang dimiliki, mereka ingin membantu para startup di berbagai aspek strategis, dari sisi teknologi, data, hingga ESG — sehingga dapat meminimalisir kegagalan yang disebabkan dari tantangan operasional yang biasanya dihadapi oleh founder startup tahap awal.

Di Indonesia, Openspace cukup aktif berinvestasi. Portofolionya meliputi GOTO, Kredivo, Halodoc, Pluang, iSeller, Broom, Beleaf, Jiwa Group, dan beberapa lainnya.

Mereka juga optimis bahwa tahun 2025 ke depan ekosistem startup di Indonesia akan berangsur membaik. Hal ini disampaikan Hian bahwa pihaknya masih terus bersemangat untuk mendukung startup-startup di Indonesia melalui investasinya. Terlebih saat ini Openspace mengelola aset senilai $800 juta yang memang difokuskan untuk startup di Asia Tenggara.

Adanya tim lokal di Jakarta juga dinilai bisa turut meningkatkan kolaborasi antara Openspace dengan ekosistem di Indonesia.

Leave a Reply

Trending

Discover more from DailySocial.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading