Ekosistem teknologi di Asia Tenggara mengalami tantangan berat sepanjang 2024. Menurut laporan terbaru Tracxn, pendanaan startup teknologi di kawasan ini turun drastis menjadi $2,84 miliar, berkurang 59% dari $7 miliar pada 2023 dan 80% dibandingkan $14,2 miliar pada 2022.
Penurunan signifikan terjadi pada pendanaan tahap akhir, yang hanya mencapai $948 juta, turun 76,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendanaan tahap awal mencatat $1,5 miliar (turun 28,6%), sementara pendanaan tahap pra-awal turun 52,4% menjadi $373 juta.

Di antara kota-kota di Asia Tenggara, Singapura memimpin dengan pendanaan mencapai $1,9 miliar, menyumbang 67% dari total kawasan. Jakarta dan Bangkok mengikuti dengan masing-masing $276 juta dan $261 juta.
Sektor fintech tetap menjadi pemimpin dengan pendanaan $1,4 miliar, disusul oleh hi-tech ($966 juta) dan Aplikasi Enterprise ($764 juta). Industri seperti cleantech dan blockchain juga menunjukkan potensi pertumbuhan berkat dukungan regulasi dan minat investor.
Inovasi Tetap Berkembang
Terlepas dari penurunan pendanaan, inovasi terus berkembang. Indonesia dan Vietnam masuk lima besar global dalam adopsi kripto, sementara Singapura mencatatkan peningkatan 50% dalam jumlah paten berbasis AI selama lima tahun terakhir.
Berbagai kebijakan strategis turut mendorong pertumbuhan startup:
- Singapura mengalokasikan SGD 440 juta untuk mendukung inovasi teknologi mendalam melalui skema Startup SG Equity.
- Malaysia meluncurkan KL20 Action Paper dengan dana $226 juta untuk menjadi pusat startup global pada 2030.
- Vietnam menetapkan target jaringan 5G nasional melalui Strategi Infrastruktur Digital.
Co-Founder Tracxn Abhishek Goyal mengatakan , “Tantangan 2024 menjadi katalis untuk adaptasi strategis. Dengan fokus pada sektor fintech, cleantech, dan blockchain, serta dukungan kebijakan dan minat investor, Asia Tenggara siap bangkit untuk 2025.”
Laporan ini menunjukkan bahwa meski tantangan ekonomi global membayangi, ketahanan dan inovasi tetap menjadi pilar utama ekosistem teknologi Asia Tenggara.
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten






Leave a Reply