J&T Global Express Limited mencatatkan pencapaian penting dengan meraih laba tahunan untuk kali pertama kali tahun 2024. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar US$10,26 miliar, meningkat 15,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Volume pengiriman paket juga meningkat 31% menjadi 24,65 miliar paket.
Pendapatan utama dari layanan pengiriman ekspres mencapai US$9,98 miliar, meningkat 23,4% secara tahunan. Seluruh metrik profitabilitas J&T berbalik positif dengan laba bersih mencapai US$110 juta, berbanding dengan kerugian US$1,16 miliar pada 2023. Laba bersih yang disesuaikan tercatat sebesar US$200 juta, melampaui ekspektasi pasar. EBITDA yang disesuaikan melonjak 430,5% menjadi US$780 juta, sementara EBIT yang disesuaikan mencapai US$300 juta, menunjukkan profitabilitas yang semakin solid.
Kinerja Positif di Cina dan Asia Tenggara
Di Cina, EBIT yang disesuaikan pertama kali mencatatkan keuntungan sebesar US$150 juta, dibandingkan dengan kerugian US$240 juta pada 2023. Di Asia Tenggara, EBIT meningkat 48,9% menjadi US$300 juta, sementara di pasar baru seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, kerugian EBIT menyempit dari US$110 juta menjadi US$76,465 juta.
J&T terus memperkuat posisinya di Asia Tenggara dengan pangsa pasar meningkat 3,2% menjadi 28,6%. Volume pengiriman di kawasan ini mencapai 4,56 miliar paket, naik 40,8%. Pendapatan dari kawasan ini mencapai US$3,22 miliar, tumbuh 22,3%.
Di Cina, volume pengiriman meningkat 29,1% menjadi 19,8 miliar paket dengan pangsa pasar mencapai 11,3%. Pendapatan dari Cina mencapai US$6,39 miliar, meningkat 22,2%, didukung oleh efisiensi operasional yang lebih baik, sehingga biaya per paket turun 11,8% menjadi US$0,30.
Ekspansi ke Pasar Baru dan Inovasi Teknologi
J&T terus memperluas bisnisnya di pasar baru seperti Timur Tengah, dengan pertumbuhan volume pengiriman 22,1% menjadi 280 juta paket. Pendapatan dari pasar baru ini meningkat 76,1% menjadi US$580 juta, didorong oleh meningkatnya permintaan e-commerce dan penguatan jaringan logistik.
Untuk meningkatkan efisiensi, J&T berinvestasi dalam teknologi automasi dan AI. Hingga akhir 2024, perusahaan mengoperasikan 238 pusat sortir, lebih dari 11.900 kendaraan, serta 19.100 outlet di seluruh dunia. J&T juga mengembangkan alat perencanaan cerdas yang mengoptimalkan rute pengiriman, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi biaya operasional.
Wakil Presiden Grup J&T Express, Charles Hou, menyatakan: “Pencapaian luar biasa di 2024 mencerminkan keunggulan jaringan logistik kami di berbagai wilayah, efisiensi operasional, serta kemitraan erat dengan platform e-commerce global. Ke depan, kami akan terus berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan untuk menyediakan layanan pengiriman yang lebih cepat, efisien, dan berkualitas tinggi bagi pelanggan.”
–
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten




